Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari telah menyebabkan banjir di sejumlah titik strategis ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 47 lokasi terendam dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga 2,5 meter. Kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Utara menjadi wilayah paling terdampak, dengan Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng Barat, dan Semper Barat masuk dalam kategori siaga satu.
Ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara yang disediakan pemerintah setempat. Posko pengungsian di GOR Remaja Cengkareng dan Masjid Al-Hikmah Koja menampung lebih dari 650 jiwa, termasuk lansia dan anak-anak. Relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan telah bergerak cepat mendistribusikan logistik berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan dasar. Kondisi pengungsian mulai terkendali meski beberapa titik masih kesulitan akses akibat jalan terputus.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, PMI, dan Tagana terus melakukan penyisiran di wilayah rawan longsor dan genangan ekstrem. Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 10 orang belum ditemukan dan masuk dalam daftar pencarian orang hilang. Mayoritas korban diduga terseret arus deras di kawasan kali Ciliwung bagian hilir dan area permukiman padat di Marunda. Operasi pencarian diperluas dengan mengerahkan perahu karet dan drone pemantau udara.
Genangan juga mengganggu aktivitas transportasi perkotaan. TransJakarta mengalihkan 12 koridor yang melewati jalur banjir, sementara KRL Commuter Line mengurangi frekuensi perjalanan di lintas Bogor-Jakarta Kota. Warga diimbau menghindari perjalanan tidak mendesak dan memantau informasi resmi melalui kanal darurat BPBD DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengaktifkan pompa air portable di 34 titik kritis dan mengerahkan ekskavator untuk normalisasi saluran air tersumbat sampah. Gubernur DKI menegaskan komitmennya menyelesaikan akar masalah banjir melalui program sodetan sungai dan revitalisasi waduk. Masyarakat diajak berpartisipasi aktif dengan tidak membuang sampah sembarangan serta membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.
Bagi warga yang membutuhkan informasi darurat atau ingin berkontribusi dalam penanganan bencana, panduan lengkap tersedia di https://www.knightool.com/faqs.html untuk memastikan respons yang terkoordinasi dan efektif.
Kondisi cuaca diprediksi masih berpotensi hujan sedang hingga lebat dalam 24 jam ke depan. Warga diminta tetap waspada, memantau perkembangan melalui aplikasi resmi, dan segera mengungsi jika air mulai naik cepat. Solidaritas komunitas menjadi kunci dalam menghadapi bencana banjir yang kerap melanda Jakarta setiap musim hujan.