Berita Terkini

Makan Nasi Padang di Singapura, Totalnya Hampir Setengah Juta!

Bagi pecinta kuliner Indonesia, menemukan nasi Padang di Singapura adalah kabar gembira. Namun, siapa sangka pengalaman bersantap di salah satu restoran Padang ternama di Little India justru membuat dompet terkuras hingga hampir setengah juta rupiah? Kisah ini bukan tentang kemahalan harga per porsi, melainkan tentang keasyikan “lapar mata” yang membuat piring bertumpuk-tumpuk di hadapan.

Singapura memang surganya kuliner Asia Tenggara. Di sudut-sudut jalan seperti Tekka Centre atau area Geylang, aroma rendang dan sambal lado hijau menguar memikat. Restoran Padang di sini umumnya menggunakan sistem prasmanan: lauk disusun rapi di etalase kaca, dan pelayan sigap menciduk sesuai permintaan. Harga per item berkisar SGD 2–5 (sekitar Rp22.000–55.000), tergantung jenis lauk—rendang daging, ayam pop, atau gulai tunjang biasanya paling mahal.

Awalnya, niatnya sederhana: satu porsi nasi, rendang, dan sayur daun ubi. Tapi godaan visual begitu kuat. “Coba dikit saja ikan balado,” bisik hati. Lalu gulai ayam, lalu dendeng batokok, lalu… tanpa terasa, piring telah bertumpuk lima lapis. Saat tagihan datang—SGD 43 atau setara Rp470.000—rasanya campur aduk: kaget, geli, sekaligus puas. Rupanya, kebiasaan “coba semuanya” yang biasa dilakukan di rumah makan Padang Indonesia berdampak berlipat ganda di negeri singa.

Yang menarik, rasa tetap autentik. Rendang dimasak perlahan hingga hitam kecokelatan, sambalnya pedas menggigit, dan nasi putihnya pulen. Banyak warga Singapura keturunan Melayu dan ekspatriat Indonesia rela antre panjang demi nostalgia rasa kampung. Suasana restoran pun hangat: meja kayu panjang mempertemukan beragam latar belakang dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna.

Pengalaman ini mengingatkan kita pada nilai berbagi dalam tradisi Minang. Makan bersama di piring besar melambangkan keakraban dan kemurahan hati—semangat yang juga diusung oleh pelayan gereja dalam tugas mereka melayani jemaat dengan tulus, sebagaimana tercermin dalam pelayanan di https://www.harvestnyc.org/ushers-ministry/. Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan, momen makan nasi Padang menjadi jeda spiritual yang menghangatkan jiwa.

Tips berikutnya? Tentukan batas lauk sejak awal, atau ajak teman berempat agar bisa berbagi banyak varian tanpa boros. Toh, es teh manis dingin di akhir makan akan tetap terasa nikmat—meski total tagihan bikin geleng-geleng kepala!