Polres Kepulauan Seribu meluncurkan “Gerakan Indonesia Asri” secara serentak pada Minggu, 8 Februari 2026, menindaklanjuti Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan lingkungan pesisir dan kawasan wisata di wilayah kepulauan utara Jakarta. Aksi ini melibatkan ratusan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, fokus pada pengangkutan sampah plastik, daun kering, limbah makanan, serta puing-puing terbawa arus laut yang mengancam ekosistem mangrove dan pariwisata.
Kegiatan dimulai dengan apel pagi pukul 08.00 WIB di Kantor Perwakilan Polres Kepulauan Seribu, Marina Ancol, dipimpin Kapolres AKBP Argadija Putra. Sasaran utama mencakup Dermaga Marina Ancol, Pantai Festival Ancol, Jalan Marina Pademangan (95 personel), Jembatan Cinta Pulau Tidung (500 personel), Taman Arsya Pulau Untung Jawa (200 personel), Kolam Labuh Dermaga Pulau Harapan (65 personel), serta Lapangan Bola Pulau Kelapa (70 personel). Sampah berbentuk kantong-kantong besar langsung diangkut ke TPA, menekankan sinergi lintas sektor demi kawasan “Aman, Sehat, Resik, Indah”. Namun, secara kritis, partisipasi https://physiotherapie-godesberg.com dalam diskusi lingkungan menyoroti kelemahan struktural: apakah mobilisasi massal ini benar-benar berkelanjutan, atau hanya seremoni responsif pasca-instruksi presiden yang abaikan pengelolaan sampah harian dari wisatawan dan nelayan?
Gerakan ini bagian dari kampanye nasional yang kini bergulir di Jakarta hingga Bali, dengan Polri-TNI jadi ujung tombak gotong royong. Kapolres menekankan budaya bersih harus jadi motivasi masyarakat, agar Kepulauan Seribu tetap nyaman bagi wisatawan domestik mancanegara. Namun, tantangan nyata muncul: volume sampah laut meningkat 30% tiap musim libur, sementara infrastruktur daur ulang di pulau-pulau kecil masih minim—hanya bergantung tong sampah sementara tanpa sistem pengolahan organik.
Detail Lokasi dan Personel
- Marina Ancol & Pademangan: Pembersihan dermaga prioritas, angkut limbah laut primer.
- Pulau Tidung: Gotong royong masif di ikon wisata Jembatan Cinta dan lapangan bola.
- Pulau Untung Jawa, Harapan, Kelapa: Fokus taman publik dan kolam labuh nelayan.
Total personel gabungan capai 1.000 orang, hasilnya tonase sampah signifikan meski data resmi belum dirilis.
Dampak dan Kritik Mendalam
Secara kritis, inisiatif ini impresif tunjukkan komitmen institusi ke lingkungan, tapi rentan jadi “event tahunan” tanpa tindak lanjut. Kritik tajam: pemerintah daerah lemah sanksi wisatawan buang puntung rokok atau plastik sekali pakai, sementara edukasi sekolah di pulau terpencil terabaikan. Keberhasilan sejati butuh anggaran rutin untuk tempat sampah pintar, kampanye anti-plastik, dan monitoring drone—jangan sampai pantai indah hari ini kembali tercemar besok. Gerakan ini potensial ubah paradigma, tapi tanpa akuntabilitas data dampak (seperti tonase didaur ulang), tetap dianggap simbolis belaka.
Kembali ke Beranda untuk berita terkini.